Langsung ke konten
Blog Coding, Web Development, dan Project Digital Saturday, 26 September 2026

</> Belajar coding, bangun project, bagikan ilmu.

Teknologi

Database Adalah? Fungsi, Jenis, dan Cara Kerjanya dalam Sistem Informasi

Ethan Craige4 menit bacaBelum ada komentar

Database adalah sekumpulan data dalam jumlah banyak yang terhimpun secara elektronik. tempat penyimpanan database ini adalah di sistem komputer. Nantinya database dapat diakses, dikelola, dan diperbarui sesuai ketentuan.

Pada penerapannya dalam sistem informasi, database menjadi pusat penyimpanan informasi digital. Selain itu jenis database dengan sistem kerja terstrukturnya lebih bervariasi untuk kemudahan penggunaan.

Fungsi Database

Secara ringkas, fungsi database adalah menyimpan data skala besar. Namun sebetulnya fungsi database sendiri bisa lebih spesifik sesuai tahapnya. Pada tahap awal, database memang sebagai ruang penyimpanan data.

Namun setelah itu, database juga mampu menjaga integritas data. Database akan memastikan data sudah valid, akurat, serta konsisten sesuai sistem penyimpanannya. Fungsi pencadangan juga ada dalam database sehingga mencegah kehilangan data atau kerusakan sistem.

Melalui fungsi-fungsinya, database bisa membantu percepatan akses data sesuai perintah. Keamanan data juga bisa terlindungi dan bisa berguna dalam jangka waktu panjang sekalipun. 

Jenis Database

Karena jenis data di dunia ini banyak, maka jenis-jenis database juga beragam sesuai struktur secara pemrosesan informasinya. Berikut beberapa pengelompokan database beserta penjelasan lengkapnya:

1. Relational Database (SQL)

Relational database adalah konsep penyimpanan dalam bentuk tabel terstruktur. Semua tabel dalam SQL akan saling berhubungan. Semua baris maupun kolom di dalamnya punya alasan untuk saling terkoneksi.

Pemanfaatan SQL termasuk yang paling populer, khususnya untuk aplikasi bisnis, web, maupun aplikasi mobile. Jenis database ini cocok untuk kebutuhan aplikasi yang datanya sangat kompleks.

Selain itu, SQL juga pas untuk sistem manajemen yang terintegrasi, mulai dari inventori, pembayaran, sampai sistem manajemen karyawan. Untuk contoh yang populer adalah PostgreSQL, MySQL, Oracle, 

2. Non-Relational Database (NoSQL)

Kebalikan dari SQL, ada database NoSQL yang tidak mengandalkan integrasi tabel yang kaku. Format untuk NoSQL sendiri lebih seperti dokumen yang punya konsep fleksibel dan bisa disesuaikan.

Untuk pengelolaan data yang sangat besar dan sering berubah, NoSQL jauh lebih cocok daripada SQL. Performa jenis database ini juga sangat cepat dan punya toleransi kegagalan yang tinggi.

Fungsi database jenis NoSQL juga lebih fleksibel dan mudah ditingkatkan skalanya. Contoh yang sudah populer adalah Cassandra, MongoDB, dan Redis. Sedangkan untuk contoh penggunaan nyatanya ada di e-commerce dan juga sosial media.

3. Operational Database (OLTP)

Operational database adalah jenis database yang fokus pada pemrosesan transaksi harian dengan kecepatan tinggi atau secara real-time. Umumnya database ini akan terpakai untuk sistem manajemen pembayaran dan inventory dalam operasional bisnis.

Karena OLTP sudah terancang untuk sistem yang cepat, maka konsistensi data akan tetap terjaga meski ada ribuan transaksi terjadi dalam satu waktu. Untuk kondisi seperti ini, biasanya sistem perbankan online akan memakai database OLTP.

Jenis database ini tidak punya patokan yang pasti karena bisa berupa SQL maupun NoSQL. Jadi untuk pemanfaatannya akan berdasarkan pada kebutuhan dan jumlah data yang ditangani oleh sebuah sistem.

4. Data Warehouse

Contoh database lainnya adalah data warehouse yang khusus untuk menyimpan data berskala besar. Umumnya pemanfaatan data warehouse ada di sistem bisnis atau manajemen perusahaan yang perlu kebutuhan analisis bisnis.

Melalui database ini, maka perusahaan bisa punya data serta hasil analisisnya untuk kebutuhan pengambilan keputusan. Contoh data warehouse ini adalah Oracle Exadata, Microsoft SQL Analysis, dan lainnya.

Cara Kerja Database

Database adalah sistem yang terorganisir dari fokus pada penyimpanan, olah data, sampai pemberian output. Cara kerja database akan dimulai dari penyimpanan semua database berskala besar yang dibutuhkan.

Kemudian perlu pengiriman permintaan data dari pengguna ke database server. Selanjutnya Database Management System atau DBMS akan memproses permintaan atau perintah tersebut. Nantinya hasil data akan diambil dari pusat penyimpanan.

Terakhir, DBMS akan mengembalikan hasil olahan data ke aplikasi yang mengirim perintah tadi. Hasilnya juga akan ditampilkan kepada pengguna sesuai kebutuhan. Selama perintah sesuai dan data tersebut ada, maka tidak akan ada kendala di dalamnya.

Penutup

Jadi database adalah komponen vital dalam penyokong integrasi sistem informasi. Tanpa adanya database, maka semua data tidak terhimpun, pengolahan tidak bisa terjadi, dan pencarian data akan sulit terjadi.

Tulis Komentar