Algoritma adalah fondasi utama yang menyatakan alur dalam sebuah pemrograman. Jika membahas apa itu algoritma, maka fokusnya bukan hanya definisi tapi juga soal jenis serta contoh-contohnya.
Ada perbedaan jelas antara definisi algoritma dalam pemrograman serta dalam sosial media. Jadi untuk jenis serta contoh penerapan algoritma pun jauh lebih kompleks dan terorganisir sesuai fungsinya.

Pengertian Algoritma
Lalu apa itu algoritma dalam pemrograman? Algoritma dalam pemrograman adalah sebuah urutan langkah yang logis untuk menyelesaikan masalah. Langkah-langkah algoritma akan melalui proses penerjemahan dalam bahasa komputer untuk menghasilkan program akurat.
Algoritma dalam pembuatan program punya konsep berbeda dengan algoritma dalam sosial media. Pada sosial media, algoritma adalah sistem pemilahan konten otomatis sesuai perilaku pengguna. Jadi meski sama-sama dari ilmu komputer, cara kerjanya berbeda.
Untuk algoritma dalam pemrograman sendiri punya karakter input dan aturan yang jelas, proses terdefinisi, serta output pasti. Bagi seorang developer, algoritma punya peran penting untuk menjadi kerangka berpikir logis.
Jenis dan Contoh Algoritma
Jenis-jenis algoritma sendiri ada banyak. Contoh penerapan dan fungsinya pun menyesuaikan dengan tujuan utama perancangan algoritmanya. Berikut beberapa jenis serta contoh penerapan algoritma tersebut dalam pemrograman:
1. Algoritma Pencarian
Saat membahas apa itu algoritma dalam pemrograman, maka tidak akan bisa lepas dari jenis algoritma pencarian. Fungsi utama dari algoritma jenis ini adalah mencari data spesifik dari sekumpulan data yang terhimpun.
Ada dua konsep utama yang biasanya terpakai, yaitu konsep pemeriksaan berurutan dan konsep membagi dua area cari. Penggunaan konsep ini akan menyesuaikan lagi dengan hasil akhir yang diinginkan.
Untuk contoh penerapannya sendiri beragam. Contohnya ada di fitur pencarian nama di daftar kontak. Atau dalam sebuah sistem database rumah sakit, ada fitur pencarian berdasarkan acuan atau filterisasi tertentu.
2. Algoritma Pengurutan
Selanjutnya ada algoritma pengurutan yang terancang untuk menyusun data berdasarkan prosedur tertentu. Tujuan algoritma ini yang paling sederhana adalah menyusun data yang teracak menjadi susunan yang teratur.
Pada penerapannya sendiri algoritma pengurutan dekat dengan dua teknik populer, yaitu bubble sort dan quick sort. Keduanya punya cara kerja dan efisiensi berbeda meski sama-sama untuk pengurutan data.
Penerapan algoritma pengurutan ini juga sudah merambah banyak aspek kehidupan. Contohnya saja saat membuka e-commerce, maka akan ada fitur mengurutkan produk berdasarkan harga dari termurah ke termahal atau sebaliknya.
3. Algoritma Divide & Conquer
Apa itu algoritma divide & conquer? Jadi algoritma ini bertugas untuk menyelesaikan masalah besar dengan membaginya dalam beberapa masalah kecil. Baru setelah terjadi pembagian, masalah bisa terselesaikan satu per satu.
Algoritma ini akan menyatukan lagi masalah-masalah kecil tersebut. Kemudian akan muncul satu solusi akhir yang sesuai kebutuhan. Jadi cara kerjanya punya mekanisme yang sistematis.
Penerapan konsep algoritma ini lebih fokus pada pemrosesan struktur data berskala besar. Semakin besar data yang perlu diolah, maka algoritma yang terbangun juga harus sistematis dan terukur.
4. Algoritma Greedy
Algoritma greedy memakai prinsip pencarian opsi terbaik di setiap langkah tanpa melihat hasil jangka panjang. Acuan utama algoritma greedy adalah pilihan mana yang bisa memberikan keuntungan besar di satu langkah saja.
Fungsi algoritma greedy serta penerapannya mampu menghasilkan proses yang cepat. Namun tidak semua hasil dari algoritma greedy bisa memberikan hasil yang paling optimal untuk keseluruhan prosesnya.
Contoh paling mudah dalam penerapan algoritma ini adalah penentuan rute terpendek pada aplikasi peta digital. Fokus utama adalah rute mana yang paling cepat menjangkau tempat tujuan, tapi persoalan lain seperti kondisi rute tidak selalu ditampilkan.
5. Algoritma Rekursif
Definisi dari apa itu algoritma rekursif sangat erat kaitannya dengan penyelesaian masalah secara bertahap. Algoritma rekursif adalah sistem yang mampu memanggil diri sendiri untuk menyelesaikan bagian tugas sampai berhenti di kondisi tertentu.
Untuk contoh penerapan algoritma ini adalah pada perhitungan faktorial. Selain itu juga bisa ditemukan dalam struktur data pohon. Meski contohnya tidak tampak langsung dalam kehidupan sehari-hari, tapi dalam pemrograman algoritma ini punya peran besar.
Penutup
Jadi sudah jelas apa itu algoritma beserta jenis serta contohnya. Algoritma punya peran besar dalam pemrograman sehingga banyak contoh dan sistem yang tercipta untuk memudahkan kebutuhan digital.


