Menghadapi sebuah permasalahan yang rumit seringkali membuat Anda bingung harus menyelesaikannya dari mana. Tentunya diperlukan cara berpikir yang mampu mengubah suatu masalah yang kompleks jadi lebih sederhana.
Dalam dunia informatika terdapat sebuah istilah untuk proses pemecahan masalah yang kompleks, yakni dekomposisi masalah. Dekomposisi menjadi langkah awal yang membantu Anda untuk memahami suatu permasalahan, penasaran? Simak ulasan di bawah sampai selesai!

Mengenal Lebih Dekat Dekomposisi
Salah satu konsep dasar dari computational thinking, yakni dekomposisi. Gagasan ini memungkinkan Anda untuk memecah masalah atau suatu sistem yang kompleks menjadi mudah dikelola. Dekomposisi ini memungkinkan Anda untuk menganalisis keseluruhan masalah.
Misalnya, Anda berhasrat membuat satu game, masalah tersebut harus Anda pecah jadi beberapa bagian. Salah satunya seperti merancang design hero, cerita karakter, jenis game, dan level game. Anda harus mengerjakan beberapa bagian tersebut satu-persatu agar menjadi satu kesatuan utuh.
Dengan demikian, kaedah pemikiran tersebut akan membantu Anda memahami komponen yang diperlukan dalam penyelesaian masalah. Malahan, Anda dapat mengetahui input apa yang diperlukan untuk hasil yang Anda inginkan.
Hubungan Dekomposisi dengan Computational Thinking
Dekomposisi adalah salah satu bagian dari empat konsep dasar dari berpikir komputasional. Adapun yang termasuk dalam 4 konsep dasar tersebut adalah dekomposisi, pengenalan pola, algoritma, dan abstraksi. Dan, dekomposisi termasuk dalam langkah utama yang krusial.
Mengapa bisa begitu? Karena ketika sebuah masalah sudah terpecahkan, maka akan lebih mudah untuk mengenali polanya. Setelah itu, Anda bisa melakukan proses abstraksi dan membuat langkah-langkah untuk masing-masing pola.
Dengan memahami dekomposisi masalah ini, Anda bisa mengembangkan cara berpikir yang sistematis. Dekomposisi bukan hanya dipakai dalam dunia informatika tapi juga di berbagai bidang bahkan tugas-tugas kecil sehari-hari.
Peranan Dekomposisi Masalah
Dekomposisi dalam informatika merupakan pijakan penting dalam berpikir komputasional. Dengan memecah masalah rumit jadi beberapa bagian kecil, Anda jadi gampang menganalisis situasi. Adapun beberapa peranannya sebagai berikut ini!
1. Menyederhanakan Pekerjaan
Proses dekomposisi ini menguraikan masalah jadi bagian-bagian kecil, jadi tiap bagian lebih mudah terselesaikan. Pekerjaan Anda jauh lebih cepat terselesaikan dan tiap bagiannya jauh lebih sederhana karena sudah dibagi.
2. Meningkatkan Efisiensi Kerja dan Produktivitas
Anda tidak lagi merasa bingung untuk mengerjakan tugas mana dulu, karena masalah telah terbagi menjadi bagian yang lebih kecil. Jadi, tiap bagiannya mudah dipahami dan tidak perlu menunggu menyelesaikan satu bagian untuk bisa lanjut ke bagian lain.
3. Gampang Diperbaiki
Apabila ada kesalahan, cukup diperbaiki modul yang bermasalah tanpa mengganggu sistem utama. Karena telah terurai menjadi beberapa sub-tugas, jadi jika ada perubahan atau ada masalah tidak mengganggu keseluruhan bagian.
4. Model Bisa Dipakai Ulang
Elemen-elemen yang sudah didekomposisi bisa dipakai lagi nanti. Jadinya, Anda tidak perlu repot membuat ulang sebuah pemrograman.
Metode Penerapan Konsep Pemecahan Masalah
Dekomposisi bisa berjalan secara efektif, ada beberapa langkah penting yang harus dilakukan. Hal pertama, yakni dengan menentukan skenario masalah awal Anda. Lalu, bagi masalah menjadi tugas-tugas yang lebih kecil.
Setelah itu, Anda harus menguraikan masalah menjadi tugas-tugas dan selesaikan masing-masing sub-tugas tersebut. Gabungkan solusi Anda untuk setiap tugas secara terpisah. Lakukan dekomposisi masalah jika latihan tersebut masih terlalu rumit.
Penutup
Memecah masalah adalah salah satu konsep paling mendasar dalam berpikir komputasional. Dengan dekomposisi masalah proses penyelesaian masalah jauh lebih tertata, pekerjaan jauh lebih cepat selesai, dan lebih produktif.

