Apa yang Dimaksud Dekomposisi dan Mengapa Penting dalam Berpikir Komputasional

Teknologi

Ada satu istilah penting yang berkaitan erat dengan proses analisis, yaitu dekomposisi berpikir komputasional. Eksistensinya pun sangat penting, sayangnya masih banyak orang yang belum familier dengannya. Hal ini anggapan bahwa cara ini tidak relevan dengan keseharian.

Padahal faktanya, dekomposisi berpikir komputasional sangat relevan dengan aktivitas sehari-hari, tidak terbatas pada analisis data di komputer saja. Karena itu, pastikan Anda paham apa itu dekomposisi dan kenapa penting dalam proses berpikir komputasional.

Definisi Dekomposisi

Secara garis besar, dekomposisi adalah cara menganalisis dengan memecah masalah kompleks ke bentuk yang lebih kecil dan sederhana. Cara ini sangat populer di kalangan pengembang software, orang yang bekerja di bidang analisis data, dan lainnya.

Hal ini karena dekomposisi merupakan tahap pertama dalam cara berpikir komputasional (computational thinking). Ketika ada masalah pada komputer, Anda bisa membaginya ke bagian-bagian yang lebih kecil agar bisa memahaminya dengan lebih mudah.

Ketika harus menyelesaikan masalah yang besar  dalam satu waktu yang sama, Anda pasti akan kebingungan harus mulai dari mana. Anda pun pasti akan kesulitan menemukan sumber masalah dan jalan keluarnya karena terlalu kompleks, kadang tidak terdeteksi.

Namun jika Anda membaginya ke bagian-bagian yang lebih kecil, Anda bisa menemukan sumber masalah dan cara penyelesain yang lebih spesifik. Cara berpikir seperti ini jelas lebih efisien, sehingga masalah bisa teratasi dengan jauh lebih mudah.

Contoh Dekomposisi dalam Kehidupan Sehari-hari

Kini Anda sudah tahu definisi dari kata dekomposisi. Karena itu, langkah yang selanjutnya adalah memahami contoh dekomposisi dalam kehidupan sehari-hari agar bisa lebih memahami cara berpikir seperti ini. Misalnya saat membuat pastry atau roti. 

Anggap saja Anda akan membuat pastry yang kompleks seperti choux. Untuk memudahkan proses pemanggangan, Anda bisa membaginya ke beberapa bagian. Pada umumnya ada tiga bagian besar, dari membuat butter di atasnya, adonan choux, dan isinya.

Dengan membagi proses pembuatannya jadi tiga bagian, langkah penyelesainnya akan lebih tertata. Hal yang sama juga bisa terapkan saat menghadapi masalah. Coba uraikan ke bagian-bagian yang lebih kecil, lalu mulai selesaikan berdasarkan skala prioritas.

Cara Menerapkan Dekomposisi Berpikir Komputasional

Sebenarnya, langkah dekomposisi untuk memecahkan masalah itu sama sekali tidak sulit, yaitu sebagai berikut!

1. Lihat Gambaran Umum dan Analisis Masalah Utama

Pertama-tama, Anda perlu melihat bagaimana gambaran umum dari masalah tersebut. Hal ini penting agar Anda bisa menganalisis masalah utamanya. Sebagai contoh, Anda harus mempersiapkan pesta pernikahan yang sempurna dan tidak akan terlupakan.

Mencari gambaran umum dari masalah utama itu mudah, mengingat Anda tinggal menentukan tujuan akhirnya. Misalnya, apa saja yang harus disiapkan agar pesta pernikahan berjalan dengan baik.

2. Uraikan ke Beberapa Kategori yang Lebih Kecil

Apabila masalah utamanya sudah terdeteksi, langkah selanjutnya adalah memahami pengenalan pola dalam berpikir komputasional. Polanya adalah melihat persamaan di antara masalah yang lebih kecil, lalu beri label untuk memudahkan identifikasi.

Contohnya dengan membagi persiapan pernikahan jadi persiapan gedung, gaun dan make-up, dokumentasi, dan lain-lain. Hal ini membuat proses analisis dan penyelesain masalah lebih efisien. Anda juga bisa cross check to-do-list dengan lebih mudah.

Penutup

Jadi, dekomposisi berpikir komputasional adalah cara menganalisis dengan memecah masalah kompleks ke bentuk yang lebih kecil dan sederhana. Eksistensinya penting karena bisa membuat masalah lebih mudah dianalisis, sehingga proses penyelesainnya pun lebih efisien.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *